Di sebuah desa di Indonesia, hiduplah sebuah keluarga miskin. Mereka terdiri dari suami, istri, anak dan kakek yang telah tua. Kakek Pojin namanya, seorang kakek yang kuat. Beban suami istri itu semakin berat saja, karena tidak mudah memberi makanan.
Mereka adalah keluarga yang tak menyerah pada kemiskinan. Suami itu bernama Agus, dulunya seorang pekerja di pabrik sepatu dan sekarang telah di-PHK. Karena pemilik pabrik bangkrut. Keluarga itu hidup sebatang kara, setiap hari Cuma minta-minta.
Suatu hari ada dermawan datang membantu, akhirnya keluarga miskin itu bisa hidup sederhana. Biarpun sudah terlepas dari kemiskinan, keluarga itu tetap bekerja. Dan pada suatu saat dermawan itu meninggal karena kecelakaan. Keluarga miskin itupun mengunjungi makam dermawan itu. Lama kelamaan hidup keluarga miskin itu berubah 100%.Miskin menjadi kaya. Biarpun sudah kaya, keluarga itu sering membantu banyak orang miskin.
Sabtu, 8 Mei 2010
Agastya Pandu Wisesa (GAGAS)
Dahulu kala di sebuah desa di China, hiduplah seorang tuan kaya yang pelit. Namanya Si Kikir. Suatu hari, kemarau yang sangat lama melanda desa tempat si Kikir tinggal. Akibatnya semua petani di desa Perkasa itu gagal panen. Kemarau itu sangat panjang. Hujan berbulan-bulan tidak turun. Banyak rakyat yang mulai kelaparan dan sakit karena tidak punya beras. Sebetulnya si Kikir mempunyai persediaan beras yang banyak tetapi si Kikir sangat pelit. Sehingga rakyat kelaparan dan banyak orang sakit selama berbulan-bulan, akhirnya dengan niat yang bulat rakyat terpaksa meminjam beras si Kikir.
Ternyata si Kikir berkata begini, “Enak saja minta-minta, aku tidak mau meminjamkan beras”
Dengan lembut rakyat berkata” Kasihanilah kami Pak”
Si Kikir menjawab,”Aku telah susah-susah mengumpulkan beras di musim hujan”
Maka rakyat berunding untuk membuat pelajaran kepada si Kikir. Suatu hari, di depan ruman si Kikir rakyat membuat pernyataan kalau rakyat akan membeli beras si Kikir dengan harga yang besar. Akhirnya si Kikir mau dan terjebak perangkap rakyat. Siang itu si Kikir bertemu Ketua RT dan menyerahkan 2 karung beras ditukar emas batangan.
Ternyata........di isi karung yang diberikan Ketua RT kepada si Kikir, isi hanya ...hanya...batu yang berat.
Akhirnya si Kikir menyadarinya ketika pulang ke rumahnya. Si Kikir sadar bahwa pelit itu tidak baik. Dan akhirnya si Kikir minta maaf kepada rakyat. Sebaliknya, rakyat juga minta maaf karena telah menipu si Kikir. Dan akhirnya si Kikir pemurah dan suka menolong orang yang kesusahan dan bertobat atas kesalahannya.
Sabtu, 8 Mei 2010
Agastya Pandu Wisesa (GAGAS)
Gol.........,suara penonton bersorak atas kemenangan Tim Cakrawala mengalahkan Tim Elang.
“Ed...berapa skornya?” tanya Randy kepada Edi
“Skornya...3-1 kemenangan Tim Cakrawala”
“Yah....Tim Elang kalah deh....”
“Makanya... dukung dong Tim Cakrawala”
“Cakrawala itu musuhku tau...” kata Randy kepada Edi, apalagi musuhku Aldi ada di tim sana.
“Musuh? Kamu punya musuh, nggak baik tau punya musuh itu”
“Dia itu nakal”
“Enak aja, dia itu baik”
“Hei...! sudah...ribut apaan sih”
“Nih! Randy duluan”
“Nih! Edi duluan”
“Kok ...aku”
“Kamu kan yang duluan”
“Kamu”
“Kamu”
Berhenti hei..kenapa sih masalah kecil saja dimasalahkan.
Ayo cepat minta maaf ya rico.
Cepat....
Moral : Jangan suka bertengkar cuma masalah sepele.
Kamis, 6 Mei 2010
Agastya Pandu Wisesa (GAGAS)
Gagas & His Friends
Gagas berkaos merah, bercelana hijau, bersama kawan-kawan bermainnya.